Senin, 24 Agustus 2020

Kesesuain Kualitas Air Pada Budidaya Perikanan

 Kesesuain Kualitas Air  Pada Budidaya Perikanan


Mengukur kualitas air merupakan hal yang wajib untuk dilakukan karena air mudah untuk tercemar sehingga alat ukur kualitat air yang terbaik benar-benar dibutuhkan. Air yang seringkali disebut sebagai sumber kehidupan memang begitulah adanya. Karena tanpa air, manusia akan sangat menderita dan juga melakukan aktifitas kesehariannya. Namun air sendiri seringkali sulit untuk dipelihara khususnya dalam soal tercemari dan menjadi kotor. Mengukur kualitas air dibutuhkan untuk mengetahui apakah air tersebut layak untuk digunakan untuk sehari-hari, hingga layak untuk dikonsumsi atau diminum tidaknya.

Pentingnya mengetahui kualitas air bagi kehidupan sehari-hari

Mengukur kualitas air biasanya membutuhkan alat atau parameter khususnya yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu. Bisa dengan beragam jenis parameter mulai dari parameter fisik, parameter kimia hingga menggunakan parameter mikrobiologis. Pengujian untuk kualitas air tersebut sangatlah dibutuhkan khususnya untuk mengetahui dari warna dan juga bau air yang biasanya menjadi salah satu cara paling mudah dari kelayakan air tersebut untuk digunakan.

Dengan mengelola dan juga mengukur kelayakan dari kualitas air akan membantu khususnya untuk memelihara agar kualitas air tersebut tercapai. Selain itu juga, setelah mengetahui layak atau tidaknya, sudah seharusnya jika alat ukur dari kualitas air tetap harus dilakukan secara berkala, terlebih lagi jika ada perubahan dari warna dan juga bau atau bahkan dari rasa air tersebut. Hal ini jika tidak dilakukan maka akan sulit untuk mencegah air kotor atau air yang telah tercemari masuk ke dalam tubuh dan tentunya akan menimbulkan penyakit yang bisa jadi sangat berbahaya bagi tubuh hingga beresiko kematian.

Parameter yang berpengaruh

a. Suhu

Suhu sangat berpengaruh pada proses metabolisme ikan. Suhu perairan yang optimal (sesuai kebutuhan ikan didaerah tropis) adalah 27 – 31oC. Pada suhu perairan dibawah 250C dapat menurunkan kecepatan metabolisme ikan, sehingga ikan akan terhambat pertumbuhannya. Sedangkan bila suhu perairan di atas 350C dapat menyebabkan kematian ikan.

b. Dissolved Oxygen (DO)

DO atau kelarutan oksigen dalam air merupakan faktor kritis bagi budidaya ikan. Oksigen merupakan kebutuhan pokok bagi biota air pada umumnya. Udara di atmosfir mengandung oksigen sebanyak 20,95% dari volume udara. Sedangkan dalam air kelarutan oksigen diukur dalam mg / liter air atau berat oksigen (mg) per juta mg air (ppm).


Kelarutan oksigen tergantung pada;

1. Suhu air

2. Tekanan udara

3. Tekanan uap air

Dissolved Oxygen (DO) dalam mg/liter air (ppm)

Efek Pada Ikan

< 1

Ikan cepat mati

1 – 5

Ikan dapat hidup tetapi reproduksi rendah dan pertumbuhan lambat

> 5

Pertumbuhan dan reproduksi normal

 

c. pH

Derajat keasaman atau pH adalah ukuran standar perbandingan ion H+ dan ion OH-, bila dalam keadaan normal jumlah kedua jenis ion sama disebut netral ditunjukkan dengan pH = 7. Keadaan dimana pada air lebih banyak ion H+, maka air dinyatakan asam (pH < 7) dan sebaliknya keadaan dimana pada air lebih banyak ion OH-, maka air dinyatakan basa (alkali - pH > 7). Standard pH yang dibutuhkan pada sebagian besar biota air adalah 6,8 – 8,5. Apabila air menjadi asam, pH dibawah 4 maka ikan akan mengeluarkan banyak lendir yang mengganggu pernafasan, demikian pula bila pH di atas 8. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kualitas air secara berkala untuk menjaga kualitas air pada kondisi yang normal.

d. Alkalinitas

Untuk menjaga pH air tetap stabil pada kisaran 6,8 maka perlu suatu proses kimia yang dinyatakan dalam alkalinitas. Alkalinitas adalah kemampuan pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ion

e. Kesadahan

Pengaruh kalsium karbonat (CaCO3) dalam air dapat pula dinyatakan sebagai kesadahan yaitu kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan detergen (sabun). Pada air yang mempunyai kesadahan rendah akan mudah membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Sedangkan pada air yang mempunyai kesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting bagi kehidupan ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan nilai kesadahan pada kisaran tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk mengubah nilai pH.

f. Ammonia

Ammonia dalam air dapat berasal dari pemupukan, eksresi hewan dan hasil perombakan komponen nitrogen oleh mikroba.

Beberapa jenis tanaman dapat menyerap ammonia. Bakteri pengurai (nitrobacter) dapat mengoksidasi ammonia menjadi nitrat. Oleh karena itu ammonia dapat menurun konsentrasinya dengan berbagai cara. Akan tetapi dengan kepadatan ikan yang tinggi dikolam dan pemberian makanan buatan dapat meningkatkan konsentrasi ammonia.

Efek dari Amoniak Tinggi adalah:

1. Terjadinya kerusakan Insang

2. Laju pertumbuhan menurun

3. Mudah terkena penyakit

4. Kenaikan ph darah

5. Kerusakan jaringan dan organ bagian internal

6. Osmoregulation lemah

7. Kematian.

Penyebab Amoniak Tinggi:

1. Pemberian pakan yang berlebih

2. Pembusukan dari zat organik oleh bakteri.

Cara penanggulangan

1. Mengurangi jumlah pakan

2. Pergantian air

3. Mengurangi kepadatan ikan

4. Pemberian aerasi

5. Menurunkan pH kolam

g. Nitrit (NO2ˉ) dan Nitrat (NO3ˉ)

Nitrit mempunyai sifat racun bagi ikan. Pada darah yang banyak mengandung nitrit akan bereaksi dengan haemoglobin membentuk methemoglobin sebagai penyakit darah coklat.

Nitrit terbentuk dari hasil reduksi nitrat oleh bakteri anaerob pada dasar perairan. Di perairan nitrit dapat bersifat racun bila konsentrasi lebih dari 5 mg/l NO2ˉ - N.

Amoniak dapat diturunkan konsentrasinya dengan cara :

1. Meningkatkan aerator.

2. Menghentikan pemberian pakan atau mengurangi jumlah pakan yang diberikan.

3. Memeriksa keseimbangan mikrobiologi.

4. Bila amoniak meningkat 0.1 ppm, melakukan pergantian 10% dan bila amoniak menjadi 1.0 ppm, melakukan pergantian air 25%. Jangan menggunakan air yang mengandung klorin.

5. Memindahkan ikan bila amoniak > 2,5 ppm.

6. Mengulangi pemeriksaan setiap 12 – 24 jam

7. Menurunkan pH, tetapi tidak sampai dibawah 6

h. Hidrogen Sulfida (H2S)

H2S sangat beracun bagi biota air. Dibawah kondisi anaerob heterotropic bacteria dapat memanfaatkan sulfat (SO4=) dan mengeksresikan dalam bentuk sulfida (S=).

Untuk perkembangan penetasan telur dan perkembangan larva konsentrasi hydrogen sulfida (H2S) harus kurang dari 0,019 ppm. Juvenile tidak melebihi 0,045 ppm H2S, sedangkan yang sudah dewasa tidak melebihi 0,048 ppm H2S.

i. Plankton

Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan dalam kegiatan budidaya. Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan air. Plankton pada umumnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya (suhu, pH, salinitas, gerakan air, cahaya matahari dll) baik untuk mempercepat perkembangan atau yang mematikan.

token link soal adalah Suhu2020

j. Salinitas

Salinitas air adalah konsentrasi dari total ion yang terdapat didalam perairan. Pengertian salinitas air yang sangat mudah dipahami adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. Hal ini dikarenakan salinitas air ini merupakan gambaran tentang padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida, semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi.Pengertian salinitas air yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na, Cl, NaCl, MgSO4 yang menyebabkan rasa pahit pada air laut, KNO3 dan lain-lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3.12 Melakukan persiapan wadah pemeliharaan larva komoditas perikanan di komoditas perikanan di bak, aquarium dan fiber glass

  Persiapan Wadah Bak, Aquarium dan Fiber Glass Pada kegiatan pembelajaran ini anda akan mempelajari sanitasi wadah pembe...