Selasa, 08 September 2020

Pengaruh Ammonia dan Oksigen Pada Budidaya Ikan

 

Pengaruh ammonia dan Oksigen pada budidaya ikan





Pengaruh Ammonia pada budiday ikan 

Amonia  merupakan  hasil  katabolisme  protein  yang diekskresikan  oleh  organisme  dan  merupakan  salah  satu hasil  dari  penguraian  zat organik  oleh  bakteri.  Amonia  di dalam  air  terdapat  dalam  bentuk  tak terionisasi  (NH3)  atau bebas,  dan  dalam  bentuk  terionisasi  (NH4)  atau ion amonium (Dinas Perikanan,1997 dalam Umroh, 2007).

Dari semua parameter kualitas air yang mempengaruhi ikan, ammonia adalah yang paling penting setelah oksigen, terutama dalam tambak intensif dan semi intensif. Ammonia akan menjadi racun bagi ikan jika dibiarkan menumpuk dalam jumlah banyak di tambak. Ketika ammonia terakumulasi sampai pada tingkat yang beracun, ikan tidak dapat mengekstrak energi dari pakan secara efisien akhirnya ikan akan menjadi lesu, sakit dan mati.

Ammonia di dalam air ada dalam bentuk molekul NH3 dan ada dalam bentuk ion ammonia dalam bentuk NH4+. Kedua bentuk ammonia tersebut sangat bergantung pada kondisi pH dan suhu air. Jika keseimbangan dirubah, seperti nilai pH di salah satu bagian turun akan mengudang terjadinya penambahan molekul ammonia. Keseimbangan antara NH3 dan NH4+ juga dipengaruhi oleh suhu. Pada kondisi pH tertentu, ammonia beracun akan muncul pada kondisi air hangat di banding air dingin. Selain itu, tingkat racun dari ammonia juga dipengaruhi oleh kandungan oksigen di dalam air.

Pengukuran konsentrasi ammonia akan memberikan sekilas kondisi pada saat air sampel di ambil. Tetapi pengukuran sekali tidaklah efektif karena hubungan antara proses ini sangat kompleks dikarenakan tingkat perubahan berbeda-beda sepanjang tahun dan menghasilkan pola pengukuran.

Sumber Ammonia

Sumber utama ammonia di kolam adalah ekskresi ikan. Ikan akan menguraikan protein yang ada di dalam pakan dan mengekresikan lewat insang dan kotorannya. Banyaknya ammonia yang di ekresikan oleh ikan tergantung pada input pakan yang diberikan di dalam sistem budidayanya, penambahannya seperti penambahan feeding rate. Ammonia masuk ke dalam tambak juga dari dekomposisi material organik seperti sisa pakan atau algae dan tanaman air lain yang mati yang dilakukan oleh mikroba dan jamur.



Kadar berbahaya Ammonia

Bahaya atau tidaknya kadar racun amonia bisa bervariasi tergantung jenis ikan, karena beberapa lebih bisa bertahan. Sebagai tambahan, faktor lain seperti suhu air dan faktor kimiawi turut berperan penting. Contohnya, ammonia (NH3) terus-menerus berubah menjadi ammonium (NH4+), dan sebaliknya. Jumlah masing-masing relatif tergantung suhu dan pH air. Ammonia sangat beracun, sementara ammonium relatif tidak berbahaya.

Pengendalian Ammonia

Pengendalian amoniak adalah masalah yang agak rumit dalam budidaya ikan. Pengobatan yang dilakukan dalam suatu keadaan bisa menjadi racun bagi kehidupan ikan. Ikan sangat sensitif terhadap perubahan mendadak yang terjadi di air. Menghilangkan ammonia harus dilakukan tanpa secara dramatis mengubah pH dan paling baik dilakukan tanpa menggunakan zat aditif kimia yang keras.

1.      1. Kurangi pemberian Pakan

Sumber utama hampir semua ammonia di kolam ikan adalah protein dalam pakan. Ketika protein pakan benar-benar hancur (dimetabolisme), ammonia diproduksi dalam tubuh ikan dan di ekskresi melalui insang ke dalam air kolam. Oleh karena itu, tampaknya beralasan untuk menyimpulkan bahwa kadar ammonia di kolam dapat dikontrol dengan memanipulasi laju pemberian pakan atau tingkat kandungan protein. Hal ini dibenarkan sampai batas tertentu, tapi itu tergantung pada apakah Anda ingin mengendalikannya selama jangka pendek (hari) atau jangka panjang (minggu atau bulan).

Dalam jangka pendek, penurunan tajam dalam feeding rate memiliki sedikit efek pada konsentrasi ammonia. Pembudidaya dapat mengurangi risiko jangka panjang dengan menyesuaikan keduanya baik laju pemberian pakan atau penyesuaian tingkat kandungan protein. Batasi pakan dengan jumlah yang akan dikonsumsi. dalam pertengahan musim panas jumlah pakan maksimum harus 45 sampai 60 kg per hektar. Dengan pakan konservatif, potensi ammonia yang tinggi dalam kolam dan risiko yang terkait dengan paparan sub-letal (penyakit, pakan rendah konversi, pertumbuhan yang lambat) dapat di minimalkan.

2.      2. Peningkatan Aerasi di Kolam

Bentuk beracun ammonia (NH3) adalah gas terlarut, sehingga beberapa petambak percaya aerasi pada kolam adalah salah satu cara untuk menyingkirkan ammonia karena mempercepat difusi gas ammonia dari air kolam ke udara. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa aerasi kurang efektif mengurangi konsentrasi ammonia karena volume air yang terkena aerator cukup kecil dibandingkan dengan total volume kolam dan karena konsentrasi gas amonia dalam air biasanya cukup rendah (khususnya di pagi hari).

3.      3. Penaburan Kapur

Penaburan kapur digunakan untuk mempercepat pelarutan bahan organik. Namun, teknik ini efektif hanya di kolam dengan alkalitas rendah. Kebanyakan kolam ikan memiliki alkalinitas yang cukup. Meningkatkan alkalinitas diatas 20 mg / L sebagai CaCO3 tidak akan memberikan manfaat tambahan. Selain itu, pengapuran tidak mengatasi akar penyebab dari Konsentrasi ammonia yang tinggi; hanya mengganti distribusi ammonia dari bentuk racun menjadi bentuk tidak beracun dengan mencukupi pH tinggi di sore hari.

4.      4. Pengurangan dan Penambahan Air ke Dalam Kolam

Mengganti air merupakan cara terbaik untuk menghilangkan, menurunkan kadar ammonia, atau memperbaiki kualitas air dalam tambak serta cara yang paling umum dilakukan oleh sebagian besar petambak. Penggantian air juga menurunkan dan menghilangkan senyawa beracun lain serta mengencerkan kepekatan plankton.

Namun, dalam kondisi tertentu pergantian air secara tiba-tiba dalam jumlah besar dapat menyebabkan guncangan kualitas air yang mengakibatkan udang menjadi stress. Nafsu makan ikan juga bisa terus menurun, dan selanjutnya rentan terhadap infeksi penyebab penyakit. Untuk itu, pergantian air harus melalui teknik benar dengan pompa celup Apollo, serta hindari perubahan kualitas air yang mendadak.

Sedikit yang bisa dilakukan untuk memperbaiki masalah ammonia ketika masalah tersebut sudah terjadi, kunci untuk manajemen ammonia adalah dengan menggunakan praktik budidaya ikan yang meminimalkan kemungkinan masalah tersebut. Budidaya ikan dengan kepadatan yang rasional, panen sesering mungkin adalah tips praktis untuk menjaga tanaman/alga tidak berkembang biak menjadi terlalu besar, dan menggunakan praktik pemberian makan supplement seperti multivitamin ataupun vitamin C yang baik yang memaksimalkan proporsi pakan yang dikonsumsi oleh ikan.  Para peternak ikan hendaknya juga harus berinvestasi dalam penggunaan tester kit air. Karena dengan penggunaan tester kit masalah-masalah tak kasat mata pada tambak seperti kadar ammonia, kadar oksigen terlarut, tingkat pH dapat terdeteksi secara dini.

 

Pengaruh oksigen dalam budidaya ikan




Oksigen terlarut atau DO (Dissolved Oxygen) adalah salah satu tolak ukur untuk mengetahui kualitas air. Semakin besar nilai DO, menunjukkan kualitas air semakin baik. Hal ini sangat penting, khususnya bagi mereka peternak yang memiliki usaha budidaya perairan. Jika kadar oksigen di kolam/tambak tidak diperhatikan, ikan atau udang yang dipelihara di tambak bisa mengalami kematian massal. Seperti banyak kasus yang terjadi belakangan ini di berbagai tambak di Indonesia.

Oksigen terlarut diperlukan untuk respirasi, proses pembakaran makanan, aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lain. Sumber oksigen perairan dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer sekitar 35% dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton. Kadar oksigen terlarut yang optimal bagi pertumbuhan ikan umumnya lebih dari 5 mg/l.

Para ilmuwan umumnya sepakat bahwa hewan air perlu oksigen terlarut dengan konsentrasi 5.0 mg/L atau lebih untuk bisa hidup dan berkembang. Namun, jumlah kebutuhan oksigen dapat berbeda-beda juga bervariasi tergantung pada seberapa besar atau kompleks hewan tersebut dan di mana ia hidup Seperti: Cacing dan kerang yang hidup dilumpur hanya perlu konsentrasi oksigen terlarut minimal 1 mg/L. Ikan, kepiting dan tiram yang biasa hidup dan mencari makan di dasar perairan membutuhkan konsentrasi oksigen terlarut 3 mg/L atau lebih.Ikan-ikan yang dalam masa pemijahan, telur dan larva perlu oksigen sampai 6 mg/L selama tahap kehidupannya yang rentan. Area perairan dengan kadar oksigen kurang dari 0,2 mg/L disebut anoxic. Sebagian besar hewan tidak bisa hidup di area ini, sehingga sering disebut sebagai "dead zone".

Oksigen yang terlarut dalam air merupakan factor penting bagi pernafasan ikan agar proses metabolism dalam tubuhnya berlangsung. Menurut Boyd (1990), besarnya oksigen yang diperlukan oleh suatu organisme air tergantung spesies, ukuran, jumlah pakan yang dimakan, aktivitas, suhu, dan sebagainya. Konsentrasi oksigen (O2) yang rendah dapat menyebabkan stress dan kematian pada ikan terutama selama pengangkutan maupun selama pemeliharaan di akuarium.

Konsentrasi oksigen terlarut dalam perairan mengalami fluktuasi selama sehari semalam (24 jam). Konsentrasi terendah terjadi pada waktu subuh (dini hari) kemudian meningkat pada siang hari dan menurun kembali pada malam hari.

Perbedaan konsentrasi oksigen terlarut tertinggi terdapat pada perairan yang mempunyai kepadatan planktonnya tinggi dan sebaliknya. Sebagian besar wilayah perairan yang memiliki kadar oksigen rendah disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dari faktor alam sampai buatan  manusia. Kelarutan oksigen dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain suhu, kadar garam (salinitas) perairan, pergerakan air dipermukaan air, luas daerah permukaan perairan yang terbuka, tekanan atmosfer dan persentase oksigen sekelilingnya.

Pengaruh oksigen bagi ikan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Ø  Proses respirasi yang terjadi dalam tubuh ikan umumnya terjadi ketika ikan menyerap oksigen terlarut dan menghasilkan Karbondioksida ke dalam air. Tempat pergantian gas pada ikan biasanya terjadi di insang, namun pada beberapa ikan, pergantian ini dapat juga terjadi melalui kulit.



Ø  Secara umum, laju konsumsi oksigen pada ikan menunjukan intensitas metabolismenya. Laju ini dipengaruhi oleh ukuran ikan dan sifat air seperti suhu dan kadar karbon dioksida. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1° C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Hal ini dikarenakan, kenaikan suhu akan meningkatkan laju metabolisme, sehingga kebutuhan oksigen pun ikut meningkat. Jika dalam kondisi tersebut, darah tidak mengandung cukup oksigen, hewan akan mengalami hipoksia atau bahkan asfiksia (Isnaeni, 2006).

Ø  Menurunnya kadar oksigen pada perairan, akan mengakibatkan berkurangnya laju metabolisme. Dengan demikian dapat membatasi aktivitas ikan seperti perkembangan, pertumbuhan hingga pergerakan ikan. (Token : Fesesikan0909 )

Ø  Kadar Oksigen dalam laut bervariasi tergantung suhu dan kedalaman. Variasi oksigen di permukaan cukup kecil. Di kedalaman termoklin hingga lapisan dalam, biasanya kandungan oksigen tergolong lebih rendah.

Untuk lebih jelasnya, perhaikan diagram dibawah ini

 


 

Cara mengetahui kadar oksigen terlarut dalam air

Kadar oksigen terlarut dalam air dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dikenal dengan metode Winkler dan dengan menggunakan alat ukur elektronik yang disebut DO meter.

Cara untuk menanggulangi jika kekurangan kadar oksigen terlarut adalah dengan cara: 

·     1.  Menurunkan suhu/temperatur air, dimana jika temperatur turun maka kadar oksigen terlarut akan naik.

·    2.   Mengurangi kedalaman air, dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan naik karena proses fotosintesis semakin meningkat.  

·     3.   Mengurangi bahan organik dalam air, karena jika banyak terdapat bahan organik dalam air maka kadar oksigen terlarutnya rendah.  

·         Diusahakan agar air tersebut selalu mengalir dan rutin menganti air.

1 komentar:

  1. AYO Bergabung Bersama AJOQQ | Menawarkan Berbagai Jenis Permainan Menarik.
    1 ID untuk 8 Permainan Poker, Domino, Capsa Susun, BandarQ, AduQ, Bandar Poker, Sakong, Bandar66 ( NEW GAME!! ) :D
    Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
    - Bonus Cashback 0.3%. Dibagikan Setiap hari SENIN
    - Bonus referral 20% SELAMANYA
    - Minimal Deposit dan Withdraw hanya 15 rb Proses Aman & cepat
    - 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT ) x-)
    Whatshapp : +855969190856
    website : AJOQQ.ME...:(k)

    BalasHapus

3.12 Melakukan persiapan wadah pemeliharaan larva komoditas perikanan di komoditas perikanan di bak, aquarium dan fiber glass

  Persiapan Wadah Bak, Aquarium dan Fiber Glass Pada kegiatan pembelajaran ini anda akan mempelajari sanitasi wadah pembe...