Rabu, 14 Oktober 2020

PENGELOLAAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN

 

PENGELOLAAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN

 

 

                                       


K








Kualitas air berhubungan erat dengan kandungan bahan terlarut di dalamnya. Tingkat kandungan dari bahan tersebut akan menentukan kelayakannya. Setiap mahluk hidup memerlukan kandungan bahan terlarut yang berbeda, sehingga kualitas airpun bersifat relatif bagi satu mahluk hidup dengan  mahluk hidup yang lain

Sebagai parameter untuk pemeliharaan atau budidaya ikan adalah karakteristik fisik dan kimia air. Karakteristik fisik dan kimia air ini sangat mendasar dan sangat berpengaruh pada ikan. Adapun karakteristik tersebut meliputi keasaman (pH), suhu, kekerasan (dH), salinitas, CO­2 terlarut, O2 terlarut, karakteristik ini menjadi parameter yang menunjukkan keadaan kualitas air yang sesuangguhnya.

Ø  Keasaman (pH)

Nilai keasaman (pH) merupakan indikasi atau tanda kalau air bersifat asam, basa (alkali) atau netral. Keasaman sangat menentukan kualitas air karena juga sangat menentukan proses kimiawi dalam air. Hubungan keasaman air dengan kehidupan ikan sangat besar. Titik kematian ikan pada pH asam adalah 4 dan pada pH basa adalah 11. Ikan air tawar kebanyakan akan hidup baik pada kisaran pH sedikit asam sampai netral, yaitu 6,5 – 7,5.

Ø Suhu

Konsumsi oksigen dan fisiologi tubuh ikan akan mengalami kerusakan sehingga ikan akan sakit. Suhu yang terlalu rendah akan mengurangi imunitas (kekebalan tubuh) ikan, sedangkan suhu yang terlalu tinggi akan mempercepat ikan terkena

infeksi bakteri.

Ø  Salinitas

Salinitas atau kadar garam merupakan jumlah total material terlarut dalam air. Umumnya salinitas dihitung dengan satuan ppt (part per thousand), yaitu gram material terlarut per liter air.

Berdasarkan salinitas, badan air dapat dibedakan dalam tiga katagori, yaitu air tawar (0-3 ppt), air laut (lebih dari 20 ppt) dan air payau (4-20 ppt).

Pengaruh salinitas pada ikan terjadi dalam proses osmoregulasi.

Ø O2 terlarut

Gas oksigen larut dalam air, tetapi tidak bereaksi dengan air. Keberadaan oksigen dalam air dibanding di udara sangat berbeda, yaitu jauh lebih banyak di udara karena mencapai hampir dua puluh kali. Oleh karena itu, kehidupan di air, termasuk ikan sangat membutuhkan cara atau kreativitas agar kebutuhan oksigen terpenuhi.

Kebutuhan oksigen untuk setiap jenis ikan sangat berbeda karena perbedaan sel darahnya. Ikan yang gesit umumnya lebih banyak membutuhkan oksigen. Sementara ikan labirintisiseperti lele, catfish dan gurame yang dapat mengambil oksigen langsung dari udara tentunya kadar oksigen dalam air tidak terlalu berpengaruh pada kehidupannya. Secara teori, kadar oksigen terendah agar ikan bisa hidup dengan baik adalah lebih dari 5 mg/l.

 

A.    Manfaat Air

Dari segi ilmu fisika, air adalah tempat hidup yang menyediakan ruang gerak bagi ikan atau udang. Dari segi ilmu kimia, air berfungsi sebagai pembawa unsur-unsur hara, vitamin maupun gas-gas terlarut lainnya. Dari segi biologi, air berperan sebagai sarana yang baik untuk aktifitas biologis dan pembentukan serta penguraian bahan organic

 

B.    Cara Pengelolaan Kualitas Air

Jika anda kaji lebih lanjut lagi, anda mungkin bertanya-tanya. Kenapa kualitas air perlu dikontrol? Jawaban yang sesuai dengan pengetahuan penulis bahwa kualitas air perlu dikontrol karena kualitas air perlu terjaga dari parameter kimia, fisika, maupun biologi. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi kultivan agar sesuai dengan kehidupannya dialam.

Pengelolaan air sendiri dapat dilakukan 3 sistem yaitu sistem water exchange (pergantian air), resirculation (resirkulasi/ filter berada diluar wadah), dan double bottom filter (filter berada didalam wadah). Ketiga sistem pengelolaan air tersebut memiliki tingkatan hasil yang berbeda terhadap kualitas air, sesuai dengan sesuai hasil yang didapatkan bahwa kualitas air yang didapatkan berturut-turut dari yang baik yaitu double bottom filter, resirculation, & water exchange. Saat ini yang saya ketahui sistem pengelolaan air tersebut merupakan upaya pengontrolan kualitas air terbaik yang ada

1)    sistem water exchange (pergantian air)

Sistem pengelolaan air water exchange merupakan upaya pengontrolan kualitas air yang paling mudah dibandingkan dengan ketiga sistem pengelolaan air diatas, meskipun mendapatkan kualitas air yang rendah dibanding kedua sistem pengelolaan air lainnya.

Water exchange sendiri sering diketahui dengan bahasa "pergantian air", pergantian air dilakukan yaitu upaya untuk menstabilkan kualitas air yang berada dalam wadah. Karena air akan sangat berpengaruh terhadap kultiva, pendapat yang diungkapkan Boyd (1990), bahwa pergantian air berpengaruh terhadap kualitas air media pemeliharaan, terutama oksigen dan akumulasi racun sisa metabolisme. Oksigen yang semakin berkurang dapat ditingkatkan dengan pergantian air dan pemberian aerasi

2)    Resirkulation/Resirkulasi

Pada budidaya ikan, air dengan cepat menjadi kaya nutrisi karena ikan mencerna makanan mereka dan akhirnya menjadi limbah dalam air. Air limbah biasanya disaring atau dibuang untuk menjaga tangki air (kolam) bebas dari racun. Pada tingkat penebaran ikan yang tinggi air juga dapat menjadi cepat tercemar dan membuat konsentrasi amoniak menjadi tinggi.

Sistem resirkulasi dalam budidaya akuaponik ikan sidat, air limbah budidaya ikan merupakan sumber makanan bagi tanaman untuk tumbuh. Akar tanaman menjadi sebuah filter alami bagi air. Hal ini menciptakan ekosistem mini dimana tanaman dan ikan dapat berkembang secara bersamaan.

Sistem resirkulasi budidaya akuaponik ikan sidat merupakan jawaban ideal bagi pembudidaya ikan untuk memanfaatkan air yang kaya nutrisi dan juga bagi petani tanaman hidroponik yang membutuhkan air yang kaya akan nutrisi. Pemakaian air budidaya ikan lebih efesien, akuaponik menggunakan tanaman dan media tanam dimana media tersebut bekerja untuk membersihkan dan memurnikan air, yang selanjutnya dikembalikan ke kolam ikan.

 Air ini dapat digunakan kembali tanpa batas waktu dan hanya akan perlu diganti bila hilang melalui transpirasi dan penguapan

1)Pengendapan Air





 

2) Penyaringan Air

 







 

3)    Double Bottom Filter

Sistem pergantian air yang ketiga, adalah “Double Bottom Filter” atau bisa dikatan sistem resirkulasi yang ada didalam media. menyatakan bahwa komponen sistem resirkulasi adalah filter mekanik, filter biologi, filter kimia. Salah satu bentuk sistem resirkulasi sederhana ialah double bottom filter.

Filter fisik berguna untuk menyaring kotoran ataupun partikel yang terdapat dalam media budidaya. Filter biologi berfungsi untuk menguraikan amoniak dan nitrogen dengan bantuan nitro bakteri (Nitrosomonas dan Nitrobacter sp), proses ini memerlukan waktu sekitar 10 - 15 hari setelah sistem diisi air dan mulai beroperasi.

         Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak menjadi nitrit dan Nitrobacter sp mengubah nitrit menjadi nitrat yang tidak berbahaya. Menurut Spotte (1970), bahwa filter kimiawi dilakukan oleh zeolit dengan metode pertukaran ion yang terjadi pada permukaan zeolit, yaitu ion bebas yang terdapat dalam air diikat oleh zeolit. Pada sistem double bottom filter, filter fisik, biologi dan kimia dilakukan oleh zeolit dengan bantuan tekanan udara yang masuk dari aerasi.

 

1 komentar:

  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*com x-)
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup. ;-)

    BalasHapus

3.12 Melakukan persiapan wadah pemeliharaan larva komoditas perikanan di komoditas perikanan di bak, aquarium dan fiber glass

  Persiapan Wadah Bak, Aquarium dan Fiber Glass Pada kegiatan pembelajaran ini anda akan mempelajari sanitasi wadah pembe...