Minggu, 18 Oktober 2020

TEKNIK PEMBENIHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii)

 

TEKNIK PEMBENIHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii)



 Udang galah (Macrobrachium rosendergii, de Man) atau juga dikenal dengan Giant Tiger Prawn termasuk golongan krustase dari famili Palaemonidae, merupakan jenis yang terbesar ukurannya dibandingkan udang-udang air tawar lainnya. Udang yang diklaim merupakan udang asli oleh India dan Indonesia ini merupakan salah satu jenis udang yang semakin populer karena rasanya yang lezat, ukurannya cukup besar, dan mudah dibudidayakan. Menu dari udang ini umumnya dalam bentuk utuh (komplit dengan kepala atau head-on); berbeda dengan jenis udang lain yang sering disajikan dalam bentuk tanpa kepala (headless). Mengapa demikian, bukan tanpa alasan; rupanya pada bagian kepala itulah ada kandungan steroid, yang bermanfaat meningkatkna kebugaran tubuh kita. Kepopuleran di negeri kita diawali dengan dibukanya rumah makan khusus udang galah oleh Mang Engking di Sleman, Yogyakarta, di lahan budidaya udangnya. Dimulainya usaha rumah makan khusus udang galah itu pun berawal dari suatu hal yang unik terkait dengan wisata dan itu merupakan salah satu rahmat. Kini menu udang galah sudah berkembang di beberapa kota seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dll.

 

KLASIFIKASI UDANG GALAH

Sebelum mempelajari teknik budidayanya, marilah kita mengenal lebih jauh perihal udang ini, baik pengenalan species, karakteristik maupun sifat-sifatnya.

Klasifikasi udang galah (Mudjiman, 1983)

Phyllum        : Arthropoda

Subphyllum   : Mandibulata

Kelas            : Crustacea

Subkelas       : Malacostraca

Ordo            : Decapoda

Famili           : Palamonidae

Subfamil       : Palamoniae

Genus                    : Macrobrachium

Species         : Macrobrachium rosenbergii, de Man

 

HABITAT/BIOLOGIS DAN SIFAT-SIFATNYA

Sedang karakteristik habitat/biologis udang galah adalah:

·      Memiliki dua habitat yaitu air payau salinitas 5-20 ppt (stadia larva-juvenil), dan air tawar (stadia juana-dewasa)

·        Matang kelamin umur 5 – 6 bulan (mendekati muara sungai untuk memijah lagi;

·       Mengalami beberapa kali ganti kulit (molting) yang diikuti dengan perubahan struktur morfologisnya, hingga akhirnya bermorfologis menjadi juvenil (juana);

 

Selain morfologi, untuk membudidayakan ikan/udang perlu diketahui sifat-sifatnya; beberapa sifat yang penting diketahui antara lain adalah :

·         Euryhalin, yaitu dpt hidup pada kisaran salinitas yg lebar (0-20 ppt);

·         Omnivora, yaitu pemakan segala (tumbuhan dan hewan);

·     Pada stadia larva, udang galah memakan plankton hewani (zooplankton), seperti rotifera, protozoa, cladocera, dan copepoda;

·      Stadia Post larva, juvenil, dan dewasa : memakan cacing, serangga air, udang renik, telur ikan, ganggang, potongan tumbuh – tumbuhan air, potongan hewan, jasad penempel, hancuran biji – bijian dan buah – buahan, siput, dan sebagainya, juga memakan jenisnya sendiri (kanibal, khususnya ketika molting);

·       Nokturnal, yaitu aktif makan malam hari. Jika lingkungan hidupnya dapat dibuat relatif gelap udang akan aktif makan walaupun siang hari;

·     Larva bersifat planktonis, aktif berenang, tertarik oleh cahaya tetapi menjauhi sinar matahari;

·         Pada stadium pertama (I), larva cenderung berkelompok dekat permukaan air dan semakin lanjut umurnya akan semakin menyebar dan individual serta suka mendekati dasar. Di alam larva hidup pada salinitas 5 – 10 0/00..

Perkembangan stadia udang galah secara garis besar disajikan pada Gambar berikut:



CIRI-CIRI UDANG GALAH JANTAN DAN BETINA

 

Perbedaan antara udang jantan dan udang betina adalah sebegai berikut:

Bentuk badang udang jantan dibagian perut lebih ramping dan ukuran pleuron lebih pendek, sedang pada betina bagian perut tumbuh melebar dan pleuron agak memanjang. Letak alat kelamin jantan pada pasangan kaki jalan ke lima, pada betina pada pasangan kaki jalan ke tiga.

 

Udang jantan:

·         Relatif lebih besar;

·    Pasangan kaki jalan yang kedua relatif lebih besar dan panjang (bahkan dapat mencapai 1,5 kali panjang total tubuhnya);

·         Bagian perut lebih ramping;

·         Ukuran pleuron lebih pendek;

·         Alat kelamin jantan terdapat pada di antara pasangan kaki jalan kelima.

 

Udang betina:

 

·     Tubuh lebih kecil, badan agak melebar, demikian pula kaki renangnya, membentuk ruang untuk mengerami telur (broodchamber);

·         Pleuron memanjang;

·    Pasangan kaki jalan kedua tetap tumbuh lebih besar, tetapi tidak sebesar dan sepanjang udang jantan;

·      Alat kelamin terletak pada pasangan kaki ke tiga, merupakan suatu lubang yang disebut thelicum.

 



 



 

Khusus untuk ukuran kaki jalan pada udang galah yang dikenal berukuran panjang/besar, telah dihasilkan varietas yang bercapit lebih kecil yaitu yang disebut Gi-Makro. Capit yang lebih kecil ini mempunyai keunggulan tersendiri.


TEKNIK PRODUKSI BENIH/TEKNIK PEMIJAHAN UDANG GALAH

1. PERSYARATAN INDUK

Induk yang baik menunjang dihasilkannya benih yang cukup banyak dan kualitasnya memenuhi syarat sebagai benih sebar..

Persyaratan kualitatif:

a)    Induk berasal dari hasil pembesaran benih sebar yang berasal dari induk kelas induk dasar;

b)   Warna kulit biru kehijau-hijauan, kadang ditemukan kulit agak kemerahan, warna kulit juga dipengaruhi oleh lingkungan.

c)    Kesehatan baik, yaitu :anggota atau organ tubuh lengkap, tubuh tidak cacat dan tidak ada kelainan bentuk, alat kelamin tidak cacat (rusak), tubuh tidak ditempeli oleh jasad patogen, tidak bercak hitam, tidak berlumut, insang bersih.

d)   Gerakannya aktif.

 

Persyaratan kuantitatif

Kriteria kuantitatif sifat reproduksi disajikan pada Tabel berikut:

 

Parameter

Satuan

Kriteria

Jantan

Betina

1. Umur

Bulan

8-20

8-20

2. Bobot tubuh

G

>50

>40

3. Fekunditas

butir/gram bobot tubuh

-

30.000-75.000

4. Diameter telur

Mm

-

0,6-0,7

 

TAHAPAN PEMIJAHAN UDANG GALAH

Tahapan dalam pemijahan udang galah adalah sbb:



 

Seleksi Induk

 

Beberapa persyaratan induk :

 

·         Berat induk betina diatas 40 gram dan jantan di atas 50 gram

·         Kulit dan bagian badan bersih dari organisme yang bersifat parasit

·         Umur antara 8-20 bulan

·         Organ tubuh lengkap dan tidak cacat

·         Jumlah telur cukup banyak

·         Sudah matang telur untuk yang kedua kali atau lebih

·         Berasal dari udang yang mempunyai pertumbuhan lebih cepat

 

Pemeliharaan induk dapat dilakukan secara indoor di bak beton dengan kepadatan 5 ekor/m2. Pakan yang diberikan berupa pakan komersil (pellet) kandungan protein 30 % dan dikombinasikan dengan pakan segar seperti cumi-cumi atau ikan segar dengan frekuensi 2 kali sebanyak 3-5 % dari bobot tubuh. Pemeliharaan induk antara jantan dan betina sebaiknya dipisah dan ketinggian air optimal 80 cm.

Induk betina yang matang gonad ditandai dengan sebagian cephalothorax berwarna oranye Perbandingan jantan dan betina 1 : 3.. Sebelum memijah udang betina terlebih dahulu berganti kulit (premating moult). Pada saat berganti kulit ini kondisi udang lemah. Setelah pulih kembali terjadi pemijahan.

 

Penetasan Telur

Udang galah termasuk ke dalam hewan yang fertilisasinya di luar tubuh (external fertilization).  Fertilisasi terjadi segera setelah pemijahan dilakukan dan jantan memindahkan sperma ke kantong pengeraman udang betina (spermathecha).  Fertilisasi itu sendiri terjadi pada saat telur diovulasikan menuju kantong pengeraman udang betina pada pleopoda 1-4 (Hadie dan Hadie, 2001).

Telur -telur yang terdapat dalam kantong pengeraman (broodchamber) diikat oleh filamen-filamen yang terdapat pada kaki renang induk betina sehingga telur tidak mudah lepas saat bergerak. Selama masa pengeraman yaitu 19-21 hari, telur diberi oksigen oleh induknya yang dilakukan dengan cara mengerak-gerakkan kaki renangnya secara terus menerus.  Saat tersebut terjadi seleksi alami telur yang tidak terbuahi sempurna akan terlepas, sedangkan yang terbuahi akan tetap melekat sampai menetas.  Ukuran telur udang galah berkisar 0,6 -0,7 mm. (New dan Marlow, 2002).

Jika telur telah berwarna abu-abu muda, maka induk dipindahkan ke dalam bak penetasan Salinitas media penetasan telur yaitu 5 ppt berupa  conical tank atau bak fiber.  Sebelum dimasukkan ke dalam wadah penetasan, induk direndam dalam larutan formalin 15-20 ppm atau copper sulphate 0,2-0,5 selama 30 menit (New dan Marlow, 2002).

 

Pemeliharaan Larva

 

Bak pemeliharaan larva berupa fiber kapasitas 1-2 ton.  Air pemeliharaan larva dengan salinitas 5 ppt dan dinaikkan setiap hari hingga salinitas pemeliharaan antara 10 -15 ppt.  Larva yang telah dihitung dimasukkan ke dalam bak pemeliharaan dengan cara diadaptasikan perlahan-lahan.  Kepadatan larva dalam bak pemeliharaan yaitu  50-75 ekor/liter. 

Perkembangan larva terdiri dari 11 stadia sebelum bermetamorfosis menjadi post larva.  Sifat larva yang umum adalah planktonis, aktif berenang, dan tertarik oleh sinar tetapi menjauhi sinar matahari yang kuat.  Pada fase larva cenderung bersifat berkelompok, namun semakin lanjut umurnya akan semakin menyebar dan individual serta bersifat bentik.  Larva stadia I dengan panjang kurang dari 2 mm (dari ujung rostrum sampai ujung telson). Pada stadia XI mencapai panjang sekitar 7 mm (New dan Marlow, 2002).

           

Pemberian Pakan

Pakan merupakan faktor penting yang menunjang pertumbuhan udang galah.  Larva yang baru menetas belum memerlukan makanan tambahan karena masih mempunyai persediaan makanan dalam kuning telurnya.  Pakan tambahan diberikan setelah larva berumur 2-3 hari.

Jenis makanan yang cocok untuk larva yaitu naupli artemia.  Naupli artemia ditetaskan dalam wadah terpisah berupa wadah khusus dengan bentuk bulat kerucut. Media penetasan menggunakan air laut dengan salinitas 25-30 ppt dan selama penetasan diberi aerasi.  Lama penetasan antara 24-30 jam.

Pemanenan artemia dilakukan dengan cara mematikan aerasi dan didiamkan selama 30-60 menit, supaya naupli berkumpul di bawah.  Setelah naupli terkumpul di bawah, kran dibuka dan naupli ditampung dalam saringan 200 mikron.  Naupli yang telah dipanen dicuci dengan air tawar dan ditampung dalam wadah.

 

Selain naupli artemia, larva memerlukan pakan buatan (egg custard ) yang diberikan pada umur 8 hari sampai post larva (PL). Jumlah pakan buatan yang dibutuhkan untuk satu siklus pemeliharaan yaitu 7,5 kg dalam 5 ton bak pemeliharaan dengan padat tebar 50 ekor/liter (New dan Marlow, 2002). 

Pakan egg custard terbuat dari telur yang di campur dengan daging ikan segar, susu berkalsium, vitamin dan tepung.  Pakan ini dibuat dengan cara mencampur semua bahan dan dihaluskan.  Pengukusan dilakukan selama ± 30 menit.  Pakan yang telah masak disaring dengan ayakan mesh size 0,5 mm untuk larva berumur sampai 15 hari.  Larva yang berumur lebih dari 15 hari sampai post larva, mesh size saringan yaitu 1 mm. Penyiponan dilakukan setelah larva mulai diberi pakan buatan dan pergantian air sebanyak 25 % - 50 %.

 

 Pemanenan Juvenil/ Post Larva

            Larva berkembang menjadi post larva berkisar 30-45 hari. Panjang total post larva setelah bermetamorfosis berkisar 7-10 mm dengan berat 6-9 mg. Post larva bersifat bentik dan mempunyai toleransi pada perubahan salinitas. Pada fase juwana sampai dewasa udang galah mempunyai toleransi berkisar antara 0 -10 g/L (ppt). Tubuh post larva trasparan dengan warna hijau kebiru-biruan sampai coklat. Pemanenan juvenil/post larva bertujuan mengumpulkan benur untuk dijual atau didederkan lebih lanjut. Pemanenan dilakukan jika PL telah mencapai 80 %. Media pemeliharaan diturunkan salinitasnya secara bertahap yaitu 2 ppt/hari hingga mencapai 0 -5 ppt. Peralatan panen yang perlu disiapkan adalah seser PL, waskom, plastik packing dan tabung oksigen. Air diturunkan dengan mencabut pipa goyang. Juvenil diserok sedikit demi sedikit ketika air tersisa sedalam 10 cm. Juvenil yang sulit diserok atau tersisa sedikit dapat dipanen lewat lubang outlet dengan mencabut pipa outlet bagian dalam bak.

 

 

1 komentar:


  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*com x-)
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup. ;-)

    BalasHapus

3.12 Melakukan persiapan wadah pemeliharaan larva komoditas perikanan di komoditas perikanan di bak, aquarium dan fiber glass

  Persiapan Wadah Bak, Aquarium dan Fiber Glass Pada kegiatan pembelajaran ini anda akan mempelajari sanitasi wadah pembe...