Senin, 16 Agustus 2021

Perbaikan Mutu Kualiatas Air

 

Perbaikan Mutu Kualitas Air

1.      Aplikasi probiotika

Probiotik pada umumnya didefinisikan sebagai bakteri tambahan (inokulan) yang dipakai untuk melaksanakan suatu proses enzimatis mikrobiologis tertentu. Kenyataan selanjutnya menunjukkan bahwa organisme yang melaksanakan tugas-tugas perubahan biologis juga dapat didefinisikan sebagai biomanipulator.

Jenis probiotik

Berdasarkan jenis atau fungsinya probiotika juga dapat dikelompokkan kedalam :

a.    Probiotika pengurai pupuk organik sebelum dimasukkan ke tambak

b.    Probiotika pengurai limbah organik di dalam tambak

c.     Probiotika yang membantu pencernaan pakan buatan di dalam tubuh udang

Probiotika secara ekonomis diperhitungkan sebagai input yang mahal, kesalahan persiapan dan penaganan hanya akan menambah biaya tanpa hasil apapun. Pemberian sebaiknya dilakukan setelah organisme probiotik ditumbuhkan dengan maskimum sebelum dimasukkan ke air/dasar tambak.

Prosedur penumbuhan probiotika

a.    Probiotika pengurai pupuk organik sebelum dimasukkan ke tambak Diperlukan untuk menumbuhkan fitoplankton secara cepat dan stabil miminum hingga 7 hari, komposisi pupuk dan probiotika yang diberikan adalah sbb :

1.         Dedak sebagai sumber karbohidrat, selulosa dan silikat

2.         Gula/tetes tebu sebagai sumber CO2

3.         Protein tepung ikan/Urea/Pakan BS sebagai sumber nitrogen dan

karbon (C) sebagai penyusun protein sel probiotika

4.         Bakteri biakan (Baccillus atau Nitrobacter atau Nitrosomonas)

5.         Aerasi/ pengadukan agar proses berlangsung secara aerobic

 

b.    Probiotika pengurai limbah organik di dalam tambak

1.         Bakteri fotosintetik bakteri Chtinioclastic, Lipolitic, Cellullolityc,

2.         Proteolitic bacteria.

3.         Molase sebagai sumber Karbon

4.         Tepung ikan sebagai sumber protein

5.         Zeolite sebagai pemberat dan pori-pori penyerap bakteri

6.         Pengadukan tanpa aerasi karena bakteri aerobik fakultatif

 

c.     Probiotika yang membantu pencernaan pakan buatan di dalam tubuh udang

1.         Bakteri Lactobaccillus

2.         Gula dan air sebagai medium pertumbuhan

3.         Tepung ikan sebagai sumber protein

4.         Kanji sebagai medium pengikat untuk dilapisi di pakan (pelet)

 

2.      Pengelolaan Fitoplankton

a.    Keberadaan fitoplankton tambak pada dasarnya sangat diperlukan. Fitoplankton adalah bagian dari komunitas mikroba yang berperan dalam mengatur kondisi kultur yang diinginkan. Selain dapat memanfaatkan sisa nutrient, keberadaan fitoplankton juga mengurangi intensitas cahaya, memproduksi oksigen, menstabilkan temperatur serta memberikan kontribusi akan kebutuhan nutrient bagi organisme yang dipelihara.

b.    Fitoplankton akan berada pada kondisi yang diinginkan bilamana dikelola dan dicermati berbagai fluktuasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhannya.

c.    Problem umum yang sering muncul pada awal-awal masa produksi adalah kematian plankton akibat kekurangan nutrien atau CO₂. Kondisi ini dapat terjadi dengan tiba-tiba dan menyisakan sedikit plankton yang masih hidup. Plankton yang mati akan menyebabkan munculnya busa dalam jumlah besar di permukaan dan juga deposit material di dasar.

d.    Untuk menjaga kondisi plankton yang stabil, perlu untuk menambahkan sejumlah nutrien, CO₂ dan cahaya.

e.    Penggantian air adalah cara paling mudah untuk menurunkan kepadatan plankton pada kolam-kolam yang dikelola dengan sistem tertutup.

3.      Pengelolaan Kelarutan Oksigen.

Kandungan oksigen terlarut merupakan parameter kualitas air utama pada pembesaran udang di tambak. Kebiasaan udang windu adalah mempunyai aktivitas pada dasar perairan. Oksigen terlarut terutama pada air dasar tambak tidak kurang dari 4 ppm. Fluktuasi kandungan oksigen terlarut sangat ditentukan kepadatan biota yang ada dalam air terutama fitoplankton dan tanaman air lainnya yang merupakan produsen primer. Untuk menjaga oksigen terlarut tetap pada kondisi yang optimal adalah dengan memanfaatan proses fotosintesa, penggunaan aerasi dengan cara pengaturan kincir air.

Kincir air diperlukan untuk :

a.       Suplai O2 di air

b.      Mengoksidasi permukaan dasar

c.       Membuat kotoran tersuspensi dan teroksidasi di kolom air

d.      Mengatur arus air dan menentukan penumpukan lumpur organik

e.       Menghilangkan         pelapisan       air      oleh      suhu      dan      salinitas       dan menghomogenkan kelarutan oksigen

4.      Pengapuran

Pengapuran dilakukan pada saat persiapan kolam. Pengapuran dilakukan jika tanah dasar kolam bereaksi masam (pH < 6,0) dengan cara dan dosis yang tepat agar tidak merugikan kehidupan ikan. Pengapuran dimaksudkan untuk meningkatkan pH tanah dasar kolam menjadi netral (pH 7,0) dan dapat berfungsi sebagai desinfektan. Dosis pengapuran harus disesuaikan dengan kondisi pH tanah dasar dan jenis kapur yang digunakan. Jenis kapur yang digunakan dapat berupa kapur sirih, kapur tohor, kapur tembok dan kapur karbonat/kapur giling. Pada Tabel 1. berikut ini dicantumkan dosis pengapuran kolam per ha.

Tabel 1. : Keperluan jumlah kapur per ha untuk meningkatkan pH tanah menjadi 7

pH Tanah

Kapur Giling (kg)

Kapur Tembok

Kapur Sirih (kg)

4,00

1690

1610

1130

4,50

1500

1430

1020

5,00

1130

1050

720

5,50

750

720

530

6,00

380

340

270

6,50

sedikit

sedikit

sedikit

7,00

-

-

-

Sumber : Demetra, E.M. System Soil Tester Tokyo, Japan

dalam Petunjuk Teknis Pengoperasian Unit Usaha Pembesaran Udang Galah.

 

5.      Sistem Resirkulasi

Kolam Sistem resirkulasi adalah sistem air yang dipakai terus menerus dengan memakai sistem filtrasi. Sistem ini memerlukan aliran air yang dapat terkendali serta pompa untuk mengalirkan air tersebut. Ide utama dari sistem ini adalah terus mendaur ulang air dengan bantuan sirkulasi pompa. Dengan sistem filtrasi biologis dengan bantuan bakteri pengurai, filter mengurai ammonia yang menjadi racun/polutan utama pada kolam, sehingga kualitas air tetap terjaga di level yang diinginakan. Jadi sistem ini akan menghemat penggunaan air dalam kegiatan budidaya. Air yang digunakan adalah sebatas pada air dalam kolam dan air dalam bak filter. Tapi air juga perlu ditambahakan jika terjadi penyusutan karena adanya kebocoran atau penguapan.

Resirkulasi ini menjadi 2 macam, yaitu resikulasi penuh/tertutup dan resirkulasi sebagian/semi tertutup.

1.    Sistim resirkulasi tertutup , sistim resirkulasi yang mendaur ulang 100% air (CRS)

2.    Sistim resirkulasi semi tertutup, sistim resirkulasi yang mendaur ulang sebagian air buangan, sehingga masih membutuhkan penambahan air dari luar.

Komponen dasar sistem resirkulasi akuakultur terdiri dari :

1.    Bak pemeliharaan ikan /tangki kultur (growing tank) yaitu tempat pemeliharaan ikan, dapat dibuat dari plastik, logam, kayu, kaca, karet atau bahan lain yang dapat menahan air, tidak bersifat korosif, dan tidak beracun bagi ikan.

2.    Penyaring partikulat (sump particulate) yang bertujuan untuk menyaring materi padat terlarut agar tidak menyumbat biofilter atau mengkonsumsi suplai oksigen.

3.    Biofilter merupakan komponen utama dari sistem resirkulasi. Biofilter merupakan tempat berlangsungnya proses biofiltrasi beberapa senyawa toksik seperti NH4 + dan NO2-. Pada dasarnya, biofilter adalah tempat bakteri nitrifikasi tumbuh dan berkembang.

4.    Penyuplai oksigen (aerator) yang berfungsi untuk mempertahankan kadar oksigen terlarut dalam air agar tetap tinggi.

5.    Pompa resirkulasi (water recirculation pump) yang berfungsi untuk mengarahkan aliran air. Peralatan yang digunakan pada sistem ini relatif mudah ditemukan dan sudah biasa digunakan, kecuali pompa air dan aerator.

 


Sistem kerja kolam resirkulasi


Secara umum sistem   kerjanya, air dalam wadah pemeliharaan akan diisi terus hingga batas selang atau pipa pembuangan, kemudian air yang berlebihan akan keluar melalui selang/ pipa menuju gor/ talang pembuangan air yang sudah disediakan. Air akan mengalir keluar menuju bak filter yang diisi dengan bahan-bahan filter seperti zeolit dan bioball namun sebelumnya diberi kapas filter untuk membuang partikel yang lebih besar. Hasil filterasi akan menghasilkan air bersih yang akan dipompa masuk melalui pipa kesetian wadah kolam/ akuarium budidaya kembali. begitu seterusnya.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3.12 Melakukan persiapan wadah pemeliharaan larva komoditas perikanan di komoditas perikanan di bak, aquarium dan fiber glass

  Persiapan Wadah Bak, Aquarium dan Fiber Glass Pada kegiatan pembelajaran ini anda akan mempelajari sanitasi wadah pembe...